Memimpikan sesuatu yang orang lain idam-idamkan untuk menjadi profesiku. Sama sekali bukan hal mudah. Aku belum bisa mencintainya sepenuh hati. Membayangkannya saja aku masih belum bisa. Kadang aku berpikir untuk bekerja karena diriku. Bukan karena orang lain. Namun kenapa masih terlihat sulit untukku. Menulis kadang bisa mengobati apapun yang kadang membuatku gelisah. Dan kadang itu bisa membuatku merasa menjadi diri sendiri. Bakatku memang berada di tempat lain. Tapi kenapa aku belum bisa dibilang kalau aku mencintai bakat yg aku punya? Aku tidak peduli walaupun tulisanku masih berantakan atau apapun. Aku ingin orang tau bahwa aku masih ingin menjadi diriku. Bukan sebagai orang lain. Terserah jika kau ingin menyebutku egois. Mungkin juga orang yang membaca tulisan ini akan bilang kalau aku seseorang galau, atau alay, atau entahlah. Namun, aku rasa aku perlu menulis apa yang ada dalam hatiku.
Seseorang pernah bilang padaku. Bahwa aku perlu berhenti menulis tentang seseorang yang menjadi tokoh utama dalam cerita yang kubuat. Jujur, ini bukan soal tokoh utamanya. Aku hanya ingin melatih diriku saja. Bagaimana bisa aku tahu ceritaku menarik atau tidaknya. Karena untukku, pembaca itu yang nomer satu dalam menulis. Bukan jumlah mereka. Tapi apresiasi mereka terhadap cerita yang kubuat. Dan aku hanya mengunggahnya di akun pribadiku. Aku tidak bisa membiarkan semua imajinasiku terpendam didalam sana. Tidak bisa. Aku kadang merasa agak tertekan memikirkan tentang "Akan jadi aku nanti". Hatiku berteriak "Aku ingin menjadi diriku". Termenung di waktu tidur, memikirkan segalanya. Aku ingin sukses dengan sesuatu yang aku cintai.
Menjadikan hal itu sebagian dariku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar